Riwayat transaksi

September 17, 2009

Selama di sini, saya hampir tidak pernah bawa uang tunai terlalu banyak. Uang tunai yang ada di dompet paling hanya sekitar €20 saja. Kalau saya belanja di supermarket, saya selalu menggunakan kartu debit, kalau di sini mungkin lebih dikenal sebagai PIN card. Beli tiket angkutan umum, kereta, bayar kosan, dan sebagainya juga menggunakan itu. Saya hanya menggunakan uang tunai pada toko-toko yang tidak miliki alat debit ini, misalnya kalau jajan kebab atau beli sesuatu di toko di pinggir jalan. Beberapa toko kadang mengutip biaya tambahan kalau menggunakan kartu debit jika belanja kurang dari batas tertentu, untuk yg satu ini saya lebih memilih membayar tunai. hehehe..

Selain karena tidak perlu bawa uang tunai banyak-banyak dan kartu yang relatif aman karena dilindungi sebuah PIN kalau ingin digunakan, seluruh transaksi yang pernah saya lakukan akan tercatat di bank. Dulu awal-awal saya diminta untuk melaporkan seluruh transaksi ke Depkominfo dan dengan selalu menggunakan kartu debit, saya dapat membuat laporan tersebut dg menyalin riwayat transaksi di Bank.

Ngomong-ngomong tentang riwayat transaksi, situs Internet banking dari bank yang saya gunakan di sini memungkinkan saya untuk melihat seluruh transaksi dari awal saya membuka rekening. Saya juga bisa mengunduh daftar transaksi bulanan dalam berbagai format seperti PDF, Text (CSV), dan MT940 untuk versi yang lebih ramah dengan komputer. Sangat menarik bukan?

Kalau ingin dibandingkan dengan bank yang ada di Indonesia, setidaknya dg BCA, BNI, dan Bank Mandiri yang saya gunakan, pada ketiga bank ini saya hanya dapat melihat riwayat transaksi sebulan terakhir. Yang saya tahu, BCA memungkinkan saya untuk melihat daftar transaksi sebelumnya namun saya harus membayar. Kalau tidak salah sekitar 25rb untuk setiap salinan daftar transaksi selama 1 bulan. Untuk jangka waktu satu tahun, ya tinggal kalikan sendiri berapa yang harus saya bayar. Intinya: ribet!

Saya juga menjadi pelanggan Indosat Matrix. Seingat saya, dulu saya juga selalu menerima riwayat telepon/sms yang saya lakukan setiap bulan. Indosat mengirimnya beserta surat tagihan pembayaran bulanan. Suatu waktu, Indosat tidak lagi mengirim daftar telepon/sms ini sehingga saya harus pergi Galeri Indosat untuk mendapatkannya. Kalau tidak salah awalnya gratis dan kalau tidak salah juga sekarang saya harus bayar.

Jika mendapatkan riwayat transaksi ini melibatkan barang yang ada secara fisik, misalnya kertas dan tinta, mungkin sangat jelas sekali bahwa ada ongkos yang diperlukan tuk mendapatkannya. Namun bukannya sekarang katanya sudah jaman digital dimana seluruh informasi bisa diperoleh lewat Internet? Sepertinya para bank dan operator telepon ini belum menjadikan Internet sebagai aset penting yang bisa dieksploitasi besar-besaran. Untuk bank-bank Indonesia yang saya sebut tadi, setidaknya bisa saya lihat dari situs Internet banking mereka yang menurut saya tidak nyaman digunakan.

Saya suka bertanya-tanya, apakah batasan seperti ini ada karena regulasi atau masalah teknis? Ada yang tau? Selain itu, bukannya hak pelanggan ya tuk mendapatkan riwayat transaksi ini?

2 Comments

Security alert: crypt_abg() is not secure anymore!

September 12, 2009

Read this! http://www.facebook.com/note.php?note_id=86256109747

3 Comments

crypt_abg()

August 19, 2009

Tiba2 saya dapet pesan di ym disuru memecahkan sandi berikut. Ada yg mau bantuin?

mubh eaa tmnd”gw da 2 hri gw gbsa lez cmz or agkt tlp u smw cz gw tba” ckiid gtu

18 Comments

Identitas

August 12, 2009

Ceritanya saya mau apply return visa supaya bisa keluar dan masuk Belanda walau residence permit yg baru belum selesai dibuat. Berhubung di sini apa2 perlu janjian dulu, saya telepon lah itu IND tuk bikin janji. No teleponnya 0900-1234561. Uh.. premium number pula.

Mereka lalu nanya V-Number saya. Nomor KTP di sini spertinya. Tertulis di kartu verblijfsdocument bagian belakang. Sederetan nomor setelah tulisan VNR. Itulah V-Number.

Setelah itu, mereka tau nama saya, kapan residence permit yg sekarang berakhir. Mereka jg tau kalo residence permit yg baru belum diurus jadi saya blm bisa apply return visa.

Kalau kata teman yg sudah tinggal sekitar 5 tahun di sini, “jangan main2 dg identitas dg pemerintah belanda. mereka tahu!”

sepertinya memang begitu adanya..

No Comments

Migrasi

August 11, 2009

Menurut gue, yang namanya migrasi itu harus seamless (er.. tak terasa?) tapi menimbulkan kesadaran bahwa migrasi itu sedang dilakukan. Dan tuk menimbulkan kesadaran ini itu bisa berarti membutuhkan waktu yang lama. Kalau keduanya bentrok, apa artinya pemaksaan harus dilakukan? Kalau iya, lakukan dengan benar dan menyeluruh, jangan setengah2.

*saya kecewa* I’m out! dag!

4 Comments

Mafia

August 10, 2009

Sekitar sebulan yg lalu, menurut yg ngurusin akomodasi sekarang ini, saya tidak bisa melanjutkan tinggal di tempat yang sekarang. Wajar karena rumah yang skr ini adalah untuk student dan (mudah2an) September dari saya bukan student lagi. Jadi, saya harus pindah. Setelah nyari2, akhirnya saya dapat kamar yg disediakan oleh THE-HOUSING-COMPANY (nama disamarkan) itu.

Barusan, saya dikabari lagi bahwa saya bisa meneruskan tuk tinggal di tempat sekarang. Hore! \ö/ Mungkin berhubung teman serumah saya yg skr ini juga akan keluar mulai 15 September nanti. Alih-alih dia yg mendapat teman serumah baru, jadinya saya yg dapat kalau begini ceritanya.

Tempat yang sekarang ini sudah super enak karena dekat banget dari kampus, tempatnya terang, perabotan udah lengkap, ada sofa/kasur banyak pula. Dibanding tempat yg baru, tempat yg skr juga lebih murah biaya sewanya. Tempat yang baru juga lumayan jauh dari kampus, kalau naik sepeda bisa sekitar 1 jam, dibanding 5-10 menit dari tempat yg skr. Perbedaan lain yg menguntungkan kalau tinggal di tempat sekarang adalah bisa sewa sampe Agustus 2010, dibanding akhir Desember 2009 di tempat yg baru. Jadi andai gimana2 masih bisa terus tinggal di sini =D Yang mungkin kurang enak di tempat skr adalah pemanas yg cuma ada di ruang tengah. Kamar di sini lebih kecil tapi gak masalah karena saya biasanya kerja dan bahkan tidur di ruang tengah yg luas xD

Jadi sepertinya saya akan membatalkan rumah di tempat yg baru dan meneruskan yg skr aja. Namun, saya teringat sebuah pasal di formulir reservasi kamar di tempat yang baru.

A reservation can be cancelled up to one month before the starting date of the agreement, in which case the amount paid will be refunded excluding administration fee of EUR 100.00. If you decide to cancel, please contact THE-HOUSING-COMPANY and your University. If you cancel less than one month before the start of the agreement, you will be charged for six weeks rent.

Doh! Berhubung sekarang sudah kurang dari sebulan dari tanggal teken kontrak, saya musti bayar sewa 6 minggu =( mari dihitung..

  • Sewa tempat sekarang = 350 euro per bulan
  • Sewa tempat baru = 465 euro per bulan
  • Selisih sewa = 115 euro per bulan
  • Denda pembatalan kira-kira = 6/4*465 = 697.50 euro
  • Lama sewa (rencananya) = 4 bulan
  • Selisih = 697.5 – 4*115 = 241.50 euro

Uh rugi 241.50 euro tuk 4 bulan ke depan.. huhu..

Kalo kata temen di sini, ini praktik “mafia” =D

musti bantu2 jualan bakso kayanya nih..

No Comments

GPL dan jualan

August 1, 2009

Bolehkah menjual aplikasi dg lisensi GPL? jawabannya adalah BOLEH.

Baca FAQnya.

Does the GPL allow me to sell copies of the program for money?

Yes, the GPL allows everyone to do this. The right to sell copies is part of the definition of free software. Except in one special situation, there is no limit on what price you can charge. (The one exception is the required written offer to provide source code that must accompany binary-only release.)

Tuk contoh kasus, silakan baca artikel slashdot berikut: http://ask.slashdot.org/story/09/08/01/169247/The-Ethics-of-Selling-GPLed-Software-For-the-iPhone

2 Comments

Lang zal hij leven

July 28, 2009

Baru tau kalo lagu tersebut adalah asal dr lagu panjang umurnya =D

Lang zal hij leven.
Lang zal hij leven.
Lang zal hij leven in de gloria.
In de gloria.
In de gloria.

Cek juga http://www.youtube.com/watch?v=oK8jbrVubmQ

2 Comments

H1N1 Swine Flu Tracker

July 21, 2009

Kemaren saat nyari2 referensi tambahan tuk laporan tesis, ngga sengaja saya menemukan situs http://flutracker.rhizalabs.com/. Di dalamnya ditampilkan perkembangan jumlah kasus flu H1N1 ini di setiap negara. Yang tidak kalah menariknya, data ditampilkan dalam peta. Coba saja buka situsnya.

Di beberapa negara, ada situs-situs survey mengenai flu. Survey ini sifatnya sukarela yang bisa diikuti siapa saja yg tinggal di negara tersebut. Secara rutin, peserta survey akan dikirimi formulir survey yang menanyakan bbrp informasi yg relevan mengenai kondisi kesehatan si peserta. Apakah seminggu terakhir merasa demam, apa ada batuk-batuk, berpergian ke mana saja, dan sebagainya.

Kembali ke situs survey tadi, di Belanda/Belgia ada deGroteGriepMeting, di Italia ada influweb, dan di Portugal ada Gripenet. Kalau ngeliat di Gripenet tadi, sepertinya Mexico, Brazil, Inggris, dan Australia juga punya situs serupa.

loh kok jadi bingung mau nulis apa lagi? ya sudah sekian aja dulu. Niat awal cuma mau nunjukin swine flu tracker aja soale =P

No Comments

What is a browser?

June 24, 2009

Faktanya..

Less than 8% of people who were interviewed on this day knew what a browser was

Ada yg mau bikin survey serupa? =D

Jadi ingat survey yg mirip2 tentang Firefox or Internet Explorer?.

2 Comments